Home / Articles / Krisis air bersih dan dampaknya terhadap permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia

Krisis air bersih dan dampaknya terhadap permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia

.
July 2, 2024
.
by Luthfi Mardiansyah
image_2024-07-02_135446479

Permasalahan air bersih

Air adalah sumber kehidupan yang tak ternilai harganya. Permasalahan dan solusi air bersih sangat penting bagi kesehatan.  

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pernah menyebut (2017), tidak kurang dari 2 (dua) miliar orang di dunia hidup tanpa akses air bersih. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tahun 2019 pun mencatat hal yang sama, sebanyak 2,2 milyar orang atau seperempat populasi dunia masih kekurangan air minum yang aman dikonsumsi. 

Indonesia, negara kepulauan dengan ribuan pulau dan ragam budaya, ketersediaan air bersih merupakan permasalahan serius yang mempengaruhi jutaan penduduk. Meskipun memiliki banyak sumber daya air, Indonesia menghadapi tantangan dalam mengelola dan memastikan akses masyarakat terhadap bersih. Padahal penyediaan air bersih untuk masyarakat juga memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. 

Permasalahan terkait air bersih di Indonesia, adalah: (1) akses terbatas, (2) kualitas air yang buruk, (3) ketidaksetaraan akses, (4) perubahan iklim dan (5) kurangnya investasi dan pengelolaan yang efisien. 

Negeri kaya air, rakyat kehausan

Indonesia, negara kepulauan dengan kekayaan air melimpah, kini dihantui momok menakutkan: krisis air bersih. Ironisnya, krisis ini bukan sekadar bayang-bayang, melainkan kenyataan pahit yang dihadapi jutaan rakyat Indonesia. Data BPS tahun 2023 menunjukkan bahwa hanya 70,71% penduduk Indonesia yang memiliki akses ke air minum layak konsumsi. Sisanya, 29,29%, setara dengan 87 juta jiwa, masih bergantung pada air yang tidak aman. 

Hasil Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) dari Kementerian Kesehatan pada tahun 2020 menyatakan, bahwa 7 dari 10 rumah tangga Indonesia mengkonsumsi air minum yang terkontaminasi bakteri Eschericia coli (E-coli). Studi itu juga memperlihatkan bahwa 31% persen rumah tangga di Indonesia mengkonsumsi air isi ulang, 15,9% dari sumur gali terlindungi, dan 14,1% dari sumur bor/pompa. Akses air minum layak di Indonesia mencapai 93 persen. Sedangkan akses air minum aman hanya 11,9 persen.

Laporan proyeksi ketersediaan air oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bahkan menyebutkan, ketersediaan air per kapita di Indonesia diprediksi pada tahun 2035 tersisa 181.498 meter kubik, berkurang jauh dari ketersediaan pada tahun 2010 yang masih sekitar 265.420 meter kubik per kapita per tahun.

Dampak krisis air bersih  ini tak main-main, kepada permasalahan kesehatan masyarakat, antara lain; penyakit diare, penyakit kolera, dan penyakit tifoid  serta terjadinya kasus stunting pada anak-anak. Akses air bersih yang terbatas dapat juga memicu konflik sosial, dalam memperebutkan sumber air. Sehingga krisis air bersih,  bagaikan bom waktu yang terus berdetak mengancam stabilitas dan masa depan bangsa. 

Akar permasalahan yang kompleks

Akar permasalahan krisis air bersih di Indonesia tertanam dalam di berbagai aspek:

  • Pencemaran Air: Pencemaran air akibat limbah industri, rumah tangga, dan pertanian menjadi salah satu faktor utama. Limbah yang tidak diolah dengan baik mencemari sungai, danau, dan sumber air lainnya, sehingga menurunkan kualitas air dan membahayakan kesehatan masyarakat. Pencemaran ini bagaikan racun yang perlahan meracuni sumber kehidupan.
  • Infrastruktur Air Minim: Ketersediaan infrastruktur air yang tidak merata dan minim, seperti jaringan pipa air dan instalasi pengolahan air (IPA), memperparah kesulitan akses air bersih bagi masyarakat di daerah pedesaan dan pulau-pulau kecil. Ironisnya, di tengah kekayaan air, jutaan rakyat masih harus berjuang mendapatkan air bersih untuk kebutuhan dasar mereka.
  • Perubahan Iklim: Kekeringan berkepanjangan di beberapa wilayah akibat perubahan iklim turut memperburuk situasi krisis air bersih. Kekeringan ini menyebabkan sumber air tanah dan air permukaan berkurang, sehingga memperparah kesulitan akses air bersih bagi masyarakat. Dampak perubahan iklim ini bagaikan monster yang perlahan menggerogoti sumber daya air.


Upaya Penanganan dan Tantangan

Pemerintah telah mengambil langkah dan upaya-upaya  untuk mengatasi krisis air bersih di Indonesia antara lain; membangun infrastruktur air, kampanye edukasi hemat & menjaga kelestarian sumber air, penegakan hukum terhadap pelaku pencemaran air, dan penerapan teknologi tepat guna seperti irigasi tetes & daur ulang air.

Meskipun banyak upaya-upaya yang  telah dilakukan, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, beberapa diantaranya adalah; terbatasnya dana untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur air, kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya hemat dan menjaga kelestarian air, kelemahan penegakan hukum yang menjadi celah terjadinya kerusakan dan kurangnya koordinasi dan sinergi antar lembaga terkait dalam penanganan krisis air bersih.

Peran masyarakat dan kolaborasi multipihak

Krisis air bersih bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu mengatasi krisis air bersih; menerapkan kebiasaan hemat air dalam kehidupan sehari-hari, berperan aktif dalam menjaga kelestarian sumber air seperti tidak membuang sampah ke Sungai, danau dan sumber air lainnya serta berpartisipasi aktif dalam pelestarian air seperti menanam pohon, membuat biopori dan membersihkan Sungai secara berkala.

Kolaborasi multipihak sangat penting untuk mengatasi krisis air bersih secara efektif dan berkelanjutan. Kolaborasi ini harus melibatkan pemerintah, swasta, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat luas. Kolaborasi ini bagaikan orkestra yang menyatukan berbagai elemen untuk menghasilkan simfoni pengelolaan air yang harmonis.

Pendidikan tentang pentingnya air bersih bagi kesehatan, pengelolaan air berkelanjutan serta edukasi publik yang masif tentang ancaman krisis air bersih, akan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian sumber dan pengelolaan air bersih.

Solusi inovatif dan peran teknologi

Di tengah keterbatasan dan tantangan, terdapat secercah harapan melalui solusi inovatif dan pemanfaatan teknologi, antara lain:

  • Desalinasi: Teknologi desalinasi dapat digunakan untuk mengubah air laut menjadi air tawar yang layak konsumsi. Meskipun membutuhkan biaya tinggi dan energi yang besar, desalinasi dapat menjadi solusi alternatif di daerah pesisir yang kekurangan air tawar. Desalinasi bagaikan oase di tengah kekeringan, menghadirkan sumber air baru.
  • Panen Air Hujan: Menerapkan sistem panen air hujan di tingkat rumah tangga dan komunitas dapat menjadi solusi untuk meningkatkan ketersediaan air, terutama di daerah yang sering mengalami kekeringan. Panen air hujan bagaikan menangkap air langit untuk memenuhi kebutuhan.
  • Sanitasi yang Baik: Membangun sistem sanitasi yang baik dan pengelolaan air limbah yang efektif dapat membantu mengurangi pencemaran air dan meningkatkan kualitas air bersih. Sanitasi yang baik bagaikan menjaga kebersihan tubuh air, memastikan kesehatannya.
  • Smart Meter: Penggunaan smart meter dapat membantu memantau penggunaan air secara real-time dan mendeteksi kebocoran air, sehingga meminimalkan pemborosan. Smart meter bagaikan mata yang mengawasi, memastikan penggunaan air yang efisien.
  • Sensor Kualitas Air: Pemasangan sensor kualitas air di sumber air dan jaringan distribusi dapat membantu memantau kualitas air secara berkelanjutan dan mendeteksi pencemaran sedini mungkin. Sensor kualitas air bagaikan penjaga yang selalu siaga, memastikan keamanan air.
  • Aplikasi Pengelolaan Air: Pengembangan aplikasi pengelolaan air dapat membantu masyarakat dalam menghemat air, memantau konsumsi air, dan mendapatkan informasi tentang ketersediaan air di wilayah mereka. Aplikasi ini bagaikan asisten pribadi, membantu masyarakat mengelola air dengan bijak.

Kesimpulan

Krisis air bersih di Indonesia adalah tantangan nyata yang membutuhkan solusi komprehensif dan upaya-upaya kolaboratif dari pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Dengan investasi dalam infrastruktur air, edukasi yang berkelanjutan, peningkatan kesadaran masyarakat, pengelolaan berkelanjutan, pemanfaatan dan penggunaan teknologi terbaru dan adaptasi terhadap perubahan iklim, kita dapat mengatasi tantangan dan memastikan air bersih menjadi hak dasar bagi semua penduduk Indonesia.  Kita dapat membangun masa depan yang lebih baik dengan akses air bersih yang aman dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Posted in

Menakar Ambisi Penanganan Stunting 2026 dan Kritisi Terhadap Anggaran Rp. 335 Triliun dan Efektivitas Program MBG dalam peningkatan kualitas SDM Indonesia

Pendahuluan Stunting didefinisikan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) sebagai gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami…

The truth about harm reduction – Let evidence not opinion

Background Harm reduction can be described as a strategy toward individuals or groups that aims…

From Smoke to Smokeless – Exploring THR Strategies

The Chairman of Chapters Indonesia, attended the webinar on THR Strategies, organized by the collaboration…