Home / News / Orang Kaya Bayar Premi Murah, Picu BPJS Kesehatan Defisit

Orang Kaya Bayar Premi Murah, Picu BPJS Kesehatan Defisit

.
January 9, 2018
.
by Luthfi Mardiansyah
mengurus-jaminan-kesehatan-di-bpjs-kesehatan_20150809_234747

Chapters – Praktisi kesehatan dari Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta Prof Laksono Trisnantoro menilai ada yang salah dari regulasi terutama undang-undang yang memicu defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Pertanyaan menarik yang timbul adalah apakah Indonesia harus bergantung dengan BPJS Kesehatan? Apakah semua sistem kesehatan mengacu pada BPJS Kesehatan,” ujar Prof Laksono dalam diskusi publik tentang kesehatan, Rabu (20/12).

Menurut dia, itu jarang sekali kecuali di negara kecil-kecil. Laksono khawatir dengan hanya satu, konsep buffer state dalam UUD tidak jalan karena BPJS memungkinkan orang kaya masuk keanggotaan dengan premi yang sangat murah, dengan benefit yang unlimited sampai ke cuci darah dan transplantasi jantung.

Pada kesempatan sama, Asisten Deputi Direksi Bidang Pengelolaan Fasilitas Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan Beno Herman menjelaskan berdasarkan regulasi, uang yang diterima BPJS Kesehatan dari iuran itu dipakai semaksimal mungkin untuk layanan kesehatan.

“Namun sekarang kan tidak, iuran yang diterima tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Itu penyebab defisit,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan BPJS Kesehatan juga menghadapi berbagai permasalahan. Misalnya, ada peserta yang sakit, masuk rumah sakit, terus tidak bayar iuran lagi.

“Nah kami juga ingin tahu konsep gotong-royong apakah seperti itu atau bagaimana,” tuturnya.


Jpnn

Posted in

Monkeypox Indonesia: Cases updated, How It Spreads and Ways to Treat It

After the eradication of smallpox, the monkeypox virus is recognized as the most crucial orthopoxvirus…

Indonesia – Switzerland Digital Health: Expanding Opportunities and Collaboration

Chapters Indonesia with supported by the Indonesian Embassy in Bern and the Switzerland Embassy in…

Kebijakan Inovatif Terkait Pengurangan Resiko Bahaya Tembakau

Paparan makalah mengenai Kebijakan Strategis Penanggulangan Epidemi Rokok di Indonesia, dihadapan Prof Bambang Brodjonegoro, Menteri…