JAKARTA – Influenza dan demam merupakan gangguan kesehatan yang umum terjadi terutama ketika cuaca sedang tak menentu.
Sebenarnya, cuaca bukan penyebab dari gangguan kesehatan tersebut, karena flu dan demam disebabkan oleh virus, seperti yang dijelaskan oleh Dr Jean Maritz dari Stellenbosch University.

Sementara itu, ketika sedang mengalami flu dan bersin sepanjang waktu, biasanya kita selalu mengantongi sapu tangan atau selalu membawa tisu di tas kita.
Pernahkah berpikir mana yang lebih baik, apakah sapu tangan atau tisu?

1. Tisu
Banyak yang berpendapat tisu lebih praktis, dapat segera dibuang setelah digunakan sehingga mengurangi kemungkinan virus bertahan di tubuh kita.
Selain itu, serat tisu juga bisa mencegah penyebaran virus, sehingga baik untuk kita gunakan terutama ketika sedang bersin.
Namun, soal pemakaiannya jika dilihat dari sudut pandang lingkungan, tisu jelas tidak ramah lingkungan.

2. Sapu Tangan
Tentunya, sapu tangan sangat ramah lingkungan karena kita bisa membersihkannya dan menggunakannya kembali.

Namun, setelah digunakan, tentunya sapu tangan kotor dan menjadi lembab karena lendir yang kita keluarkan.

Selain itu, sapu tangan juga meningkatkan risiko kita menularkan virus dan bakteri pada orang lain, terutama bila kita jarang cuci tangan setelah bersin atau menggunakan sapu tangan.

Mana yang lebih baik? Menurut Dr. Aaseema Mugjenkar pemakain tisu sebenarnya lebih baik, karena lebih higienis dibandingkan sapu tangan.

Meskipun demikian, menggunakan sapu tangan tetap diperbolehkan, namun tentu saja harus ingat untuk terus menjaga higienisitas tangan.

Anda, pilih yang mana?