Home / News / Health Policy / BPJS Kesehatan: Premi Iuran Peserta Lebih Kecil dari Anggaran

BPJS Kesehatan: Premi Iuran Peserta Lebih Kecil dari Anggaran

.
January 12, 2018
.
by Luthfi Mardiansyah
120442_211

Chapters – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah berjalan hampir empat tahun. Dari 182 juta penduduk Indonesia, 70 persen telah menjadi peserta JKN-KIS.

Pemerintah Jokowi-JK telah mengantisipasi persoalan defisit BPJS dengan mengalokasikan anggaran berturut-turut mulai dari 2017 sebesar Rp 9 triliun. Nominal tersebut diperkirakan lebih besar di 2019 mencapai kisaran Rp 15 triliun di 2019.

Asisten Deputi Direksi Bidang Pengelola Fasilitas Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan Beno Herman, mengungkapkan kendala-kendala di lapangan karena masalah defisit anggaran kni

“Biaya untuk BPJS Kesehatan tidak sesuai dengan besaran pengeluaran untuk pengobatan peserta dengan beban kepada BPJS. Ini salah satu penyebab defisit,” ungkap Beno Herman, Selasa (19/12).

Menurut dia, dana dari iuran peserta secara maksimal digunakan untuk biaya kesehatan.
Beno mengakui bila selama ini pelayanan BPJS tidak optimal.

Permasalahan BPJS selama ini muncul mulai kepesertaan, layanan pasien, pasien dengan antrian panjang, perlakuan diskriminatif sampai masalah defisit keuangan dan kualitas pelayanan pasien.

“Tidak sedikit peserta sembuh dari sakit , justru keluar kepesertaan. Tentu ini masalah juga bagi BPJS Kesehatan,” kata dia menambahkan.

Monkeypox Indonesia: Cases updated, How It Spreads and Ways to Treat It

After the eradication of smallpox, the monkeypox virus is recognized as the most crucial orthopoxvirus…

Indonesia – Switzerland Digital Health: Expanding Opportunities and Collaboration

Chapters Indonesia with supported by the Indonesian Embassy in Bern and the Switzerland Embassy in…

Kebijakan Inovatif Terkait Pengurangan Resiko Bahaya Tembakau

Paparan makalah mengenai Kebijakan Strategis Penanggulangan Epidemi Rokok di Indonesia, dihadapan Prof Bambang Brodjonegoro, Menteri…