Home / News / 5 Mitos Terkait Televisi Dan Kesehatan

5 Mitos Terkait Televisi Dan Kesehatan

.
June 7, 2017
.
by Luthfi Mardiansyah
5 Mitos Terkait Televisi Dan Kesehatan

Tidak bisa dipungkiri bahwa kegiatan yang sering dilakukan seseorang ketika tiba di rumah adalah menyaksikan beragam tayangan melalui televisi.

Film, olah raga, game, hiburan, pengetahuan dan sederet acara lainnya menjadi tayangan favorit bagi siapapun. Apalagi dengan menjamurnya layanan TV berlangganan, semakin memudahkan konsumen untuk memilih tayangan favorit mereka.

Tanpa disadari, menonton televisi dalam jangka waktu lama memiliki efek negatif terhadap kesehatan. Mitos pun kemudian bermunculan yang mengaitkan antara televisi dan kesehatan.
Berikut kami sajikan beberapa mitos yang konon dapat mengganggu kesehatan beserta solusinya.

1.Menonton Televisi Dapat Merusak Mata
Kesehatan mata menjadi isu utama bila dikaitkan dengan televisi. Konon, radiasi TV juga memiliki kadar yang sangat kuat sehingga dapat mempengaruhi kesehatan seseorang.
Terkait dengan kesehatan mata, terdapat beberapa literatur yang memberikan hitungan ideal jarak antara televisi dengan posisi penonton.

Asosiaasi Dokter Mata Kanada atau Canadian Association of Optometrists (CAO) menyatakan, bahwa jarak ideal menonton menyesuaikan dengan ukuran televisi dikalikan 5.
Contohnya, jika televisi Anda adalah 32 inci, maka 32 inci x 5 adalah 160 inci atau sekitar 4 meter.

Selain itu, CAO juga merekomendasikan posisi televisi harus sejajar dengan mata dan menonton dengan posisi duduk agar mata tidak lelah.

2.Radiasi
Sering kita mendengar bahwa sinar televisi memiliki kadar radiasi yang cukup kuat. Radiasi adalah gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh setiap benda yang memiliki medan listrik seperti televisi, monitor komputer, dan lainnya.

Cara yang disarankan untuk mengurangi radiasi dari televisi adalah dengan membatasi waktu menonton. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa waktu maksimal menonton televisi adalah 2-3 jam per hari.

3.Mengganggu Jam Tidur
Terkadang tanpa disengaja kita terlena dengan tayangan yang disajikan. Pada akhirnya menonton televisi dapat mengganggu jam tidur seseorang.
Oleh sebab itu, penonton diharapkan bijak dalam memilih tayangan dan bisa memberikan batasan waktu kapan harus mengakhiri menonton televisi.

4.Meningkatkan Risiko Diabetes
Menariknya sebuah tayangan bisa membuat kita terlena dan berakibat buruk terhadap kesehatan. Penelitian yang dilakukan oleh American Medical Association menyebutkan bahwa mereka yang gemar menonton televisi lebih dari 2 jam memiliki risiko terkena diabetes tipe 2.

Penelitian ini juga menyebutkan bahwa menonton televisi lebih dari 2 jam membuat seseorang sering merasa lapar dan mengambil kudapan sambal menonton. Inilah yang menyebabkan penonton bisa terkena diabetes tipe 2.

5.Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Berdasarkan penelitian di Australia terhadap 8.800 pria dan wanita dengan usia di atas 25 tahun yang gemar menonton televisi lebih dari 4 jam, menyebutkan bahwa hal tersebut dapat memicu terkena serangan jantung sebesar 18 persen dan kanker sebesar 9 persen.

Kurang bergerak ketika menonton dan terkadang ikut merasakan ketegangan dari sebuah tayangan menjadi penyebab seseorang bisa terkena serangan jantung.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menikmati tayangan televisi secara wajar dengan kurun waktu tak lebih dari 4 jam.

Posted in

Monkeypox Indonesia: Cases updated, How It Spreads and Ways to Treat It

After the eradication of smallpox, the monkeypox virus is recognized as the most crucial orthopoxvirus…

Indonesia – Switzerland Digital Health: Expanding Opportunities and Collaboration

Chapters Indonesia with supported by the Indonesian Embassy in Bern and the Switzerland Embassy in…

Kebijakan Inovatif Terkait Pengurangan Resiko Bahaya Tembakau

Paparan makalah mengenai Kebijakan Strategis Penanggulangan Epidemi Rokok di Indonesia, dihadapan Prof Bambang Brodjonegoro, Menteri…